Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Minggu, 17 November 2019

Radikalisme, Islamofobia merupakan tantangan besar bagi umat Islam, kata ulama Indonesia di London

Radikalisme, Islamofobia merupakan tantangan besar bagi umat Islam, kata ulama Indonesia di London
Radikalisme, Islamofobia merupakan tantangan besar bagi umat Islam, kata ulama Indonesia di London

Hasan Al Banna, seorang ulama dari Cirebon yang ditempatkan di London Agen Poker oleh pemerintah provinsi Jawa Barat di bawah program English for Ulama, mengatakan tantangan terbesar umat Islam adalah radikalisme dan Islamofobia.

"Radikalisme dan Islamofobia adalah masalah global," kata Hasan saat konferensi jarak jauh di Jakarta, Selasa, seperti dikutip oleh kompas.com.

Hasan termasuk di antara lima ulama yang dikirim ke Inggris untuk menyebarkan pesan-pesan positif dari komunitas Islam Indonesia. Sebelum memulai program, Hasan dan teman-temannya bersiap untuk menjawab pertanyaan tentang Islamofobia.

"Orang yang bukan Muslim tidak membaca Quran dan tidak tahu tentang Nabi Muhammad," katanya. Dia menambahkan bahwa non-Muslim hanya melihat sikap dan etika yang ditunjukkan selama diskusi.


“Sampai sekarang, Eropa hanya melihat Islam dari sisi Arab. Ini adalah tantangan bagi kami [untuk menunjukkan] bahwa Indonesia adalah komunitas Islam terbesar di dunia, ”kata Hasan.

Program Bahasa Inggris untuk Ulama menyebarkan para ulama Indonesia untuk menyebarkan pesan-pesan Islam yang positif tentang rahmatan lil alamin (berkah bagi seluruh alam semesta) melalui Islam moderat.

“Indonesia, khususnya Jawa Barat, telah menjadi contoh yang baik. Kami memiliki berbagai kelompok etnis dan masyarakat yang sangat majemuk, yang menjadikan negara kami contoh yang baik, kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selama acara tersebut.

Ridwan mengatakan para ulama yang dikirim ke Inggris dipilih melalui seleksi ketat dari organisasi-organisasi Islam terkemuka, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Uni Islam.

Dari ratusan pelamar, kami memilih 30 yang mengambil bagian dalam pelatihan bahasa dengan British Council. Karena anggaran terbatas, kami hanya dapat mengirim lima ke Inggris, ”kata Ridwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman