Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Minggu, 17 November 2019

Juara dunia pertama Indonesia Johan Wahyudi meninggal di usia 66 tahun

Festival musik terbesar Hong Kong dibatalkan karena kerusuhan politik
Festival musik terbesar Hong Kong dibatalkan karena kerusuhan politik

RADIO ONLINE - Indonesia kehilangan legenda spesialis ganda Agen Poker dalam bulutangkis, Johan Wahyudi, pada hari Jumat pada usia 66. Dia dan rekannya Tjun Tjun adalah orang pertama di negara itu yang memenangkan gelar Kejuaraan Dunia pada tahun 1977.

Menurut keluarganya, Johan meninggal di rumah sakit Panti Waluya di Malang, Jawa Timur setelah menderita demam berdarah. Selain itu, Johan juga menderita irama jantung abnormal.

Johan dirawat di rumah sakit selama tiga hari sebelum meninggal.

“[Johan] mungkin berhasil hanya dengan demam. Namun, ia juga memiliki kondisi medis lain, yang mungkin memperburuknya. Para dokter melakukan yang terbaik, tetapi Tuhan punya rencana sendiri, ”kata menantu Michael Lumintang seperti dikutip tribunnews.com, Sabtu.

Istri Evie Sianawati mengatakan Johan masih aktif dalam bulutangkis karena ia terlibat dalam pencarian bakat, selain bermain olahraga sebagai latihan rutinnya.


“Bahkan di masa keemasannya, dia masih bermain bulu tangkis. Namun itu adalah hobinya, ”kata Evie.

Berita meninggalnya Johan pertama kali dipatahkan oleh akun Twitter resmi Asosiasi Badminton Indonesia (PBSI) @INABadminton pada hari Jumat.

“Kami telah kehilangan salah satu pemain dan legenda terbaik Indonesia, Johan Wahyudi. Belasungkawa kami yang paling tulus, ”tweet PBSI.

Presiden Indonesia, melalui juru bicara kepresidenan Fajroel Rahman, telah menyampaikan belasungkawa.

"Presiden Indonesia telah menyampaikan belasungkawa terdalamnya atas meninggalnya pahlawan bulutangkis Indonesia Johan Wahyudi," kata Fajroel dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, menambahkan bahwa Presiden menyampaikan pemikirannya, doa dan harapannya kepada keluarga Johan, seperti dikutip oleh tempo.co.

Johan lahir di Malang, Jawa Timur pada Feb. 10, 1953.

Bersama Tjun Tjun, mitra lamanya dalam ganda putra, Johan memakukan dunia 1977 serta enam kejuaraan All England antara 1974 dan 1980.

Duo ini juga membantu Indonesia memenangkan dua gelar Piala Thomas pada tahun 1976 dan 1979, Teheran Asian Games ganda putra dan perak di tim putra pada tahun 1974 serta dua medali emas di Kuala Lumpur Southeast Asian Games pada tahun 1977, di ganda putra. dan tim pria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman