![]() |
| Komite Syariah ingin melipatgandakan aset bank syariah pada 2024, akan bermitra dengan Malaysia |
RADIO ONLINE - Komite keuangan syariah Indonesia berharap Agen Poker untuk melipatgandakan aset bank syariah nasional selama lima tahun ke depan. Ini juga akan membangun program untuk meningkatkan layanan keuangan syariah, termasuk kemitraan dengan Malaysia.
Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mencapai Rp. 2 quadrillion (US $ 142,2 miliar) dalam aset bank syariah pada tahun 2024.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank syariah memiliki total aset senilai Rp477 triliun ($ 33,9 miliar) tahun lalu. Jumlah ini jauh lebih rendah daripada aset bank konvensional Rp8,1 kuadriliun ($ 575,9 miliar).
"Bank syariah masih membutuhkan bantuan, seperti melalui insentif pajak sementara, untuk mencapai tujuan," katanya kepada The Jakarta Post, Rabu.
Dia menambahkan bahwa insentif dapat meningkatkan kinerja bank syariah untuk memastikan tingkat permainan yang seimbang dengan bank konvensional. Ventje mengatakan memungkinkan bank syariah untuk membiayai proyek-proyek pemerintah juga dapat meningkatkan portofolio bank.
Komite, yang dipimpin oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan dipandu oleh beberapa kementerian dan lembaga pemerintah, berencana untuk memperluas cakupan keuangan Islam untuk ekonomi Islam secara umum.
Oleh karena itu, nama komite, yang dibentuk dari Peraturan Presiden 2016 tentang KNKS, akan diubah menjadi Komite Nasional untuk Ekonomi Syariah (KNES) untuk lebih mencerminkan tanggung jawabnya untuk mengawasi pengembangan rantai nilai halal, termasuk sertifikasi halal.
Ventje mengatakan Indonesia dan Malaysia akan bekerja sama untuk menciptakan standar halal regional, suatu langkah yang ditunggu banyak pelaku bisnis. Peraturan baru Indonesia mensyaratkan sertifikasi halal untuk semua produk dan layanan yang berlaku.
"Kita harus bisa berkolaborasi karena kita memiliki sekitar 90 persen kesamaan dengan Malaysia [standar halal], tetapi seringkali orang hanya melihat perbedaannya," katanya.
Dia menambahkan bahwa jika kolaborasi ini berhasil, kedua negara akan memperkuat merek mereka sebagai pasar Muslim terbesar di Asia Tenggara.
Komite juga berencana untuk mendigitalkan layanan keuangan syariah, termasuk platform zakat digital (sedekah) dan e-wallet yang sesuai syariah.
"Kami ingin membuat keuangan Islam ramah pasar, lebih sederhana dan lebih inklusif. Kami memahami ini adalah kebutuhan dasar bagi umat Islam, tetapi banyak non-Muslim juga tertarik," kata Ventje.
Berdasarkan Indeks Negara Keuangan Islam (IFCI) 2019, Indonesia berada di peringkat pertama, naik dari keenam tahun lalu, menyusul Malaysia, yang telah mendominasi indeks sejak 2011.
Laporan tersebut mengutip promosi Presiden Joko "Jokowi" Widodo tentang keuangan Islam di negara ini, serta fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar di blok Organisasi Kerjasama Islam (OKI), baik dalam hal populasi maupun produk domestik bruto.
Sementara itu, data dari laporan Global Islamic Economy (GIE) memperkirakan bahwa keuangan Islam dapat bernilai hingga $ 3,8 miliar pada tahun 2023.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar