![]() |
| Kelompok terkait IS di belakang serangan Medan berencana untuk membentuk negara sendiri, kata polisi |
RADIO ONLINE - Kelompok tersangka teroris yang diduga Agen Poker berada di belakang pemboman bunuh diri baru-baru ini di Medan, Sumatera Utara, berencana membangun negara mereka sendiri, menurut polisi.
Kepala Kepolisian Sumatera Utara Insp. Jenderal Agus Andrianto mengatakan kelompok ─ bagian dari jaringan teror homegrown yang terkait dengan Negara Islam (IS) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ─ terdiri dari kebanyakan anak muda yang tidak dapat menyanyikan lagu kebangsaan atau mengucapkan lima prinsip ideologi negara Pancasila .
Para tersangka teroris dalam kelompok itu tetap diam ketika ditanya apakah mereka mencintai Indonesia, kata Agus, menambahkan bahwa mereka malah mengatakan mereka ingin membuat wilayah mereka sendiri terpisah dari Indonesia.
"Kelompok teroris ini ingin mendirikan negara mereka sendiri," kata Agus pada hari Senin, "Mereka menunjukkan keberadaan mereka dengan melakukan serangan teror."
Agus membenarkan bahwa kelompok itu telah menjanjikan kesetiaan kepada pemimpin IS yang baru ─ diduga Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi, yang menggantikan khalifah pertama IS, Abu Bakr al-Baghdadi, setelah yang terakhir terbunuh dalam serangan oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Pasukan pada akhir Oktober.
Jaringan itu, lanjutnya, dikatakan "sangat profesional" karena setiap anggota yang dicurigai memiliki peran yang berbeda dalam kelompok, mulai dari bendahara, perekrut hingga perakit bom.
"Kelompok ini menyebarkan ajaran radikal mereka dan merekrut anggota untuk kelompok melalui sesi studi Islam eksklusif," kata Agus.
Dia juga menambahkan bahwa polisi telah mendeteksi bahwa beberapa anggota kelompok teroris telah mengunjungi dan berinteraksi dengan narapidana teroris lainnya yang ditahan di penjara di Sumatera Utara.
Sampai hari Selasa, polisi telah menangkap 26 tersangka teroris yang diikat ke kelompok di belakang pemboman bunuh diri, lima di antaranya adalah perempuan.
Tiga orang yang baru ditangkap termasuk perakit bom yang diidentifikasi oleh inisial HB dan HI, yang ditangkap di distrik Belawan, Medan, serta bendahara kelompok yang diidentifikasi sebagai C, yang menyerahkan diri ke polisi pada hari Senin, kata Agus.
Sebuah bom bunuh diri terjadi di ibu kota provinsi Sumatera Utara Rabu lalu, ketika seorang pria - yang kemudian diidentifikasi sebagai Nasabah Muslim Rabi - meledakkan dirinya di markas besar Kepolisian Medan, melukai enam orang dan membunuh penyerang.
Meskipun ditolak, Rabbial dimakamkan di pemakaman umum Sei Sikambing di Medan pada Senin malam.
Camat Sei Putih Barat, Ardiansyah Putra, meminta maaf atas nama keluarga Rabbial atas serangan itu.
"Keluarga ingin meminta maaf kepada pemerintah, masyarakat, dan juga para korban yang terluka," kata Ardiansyah seusai pemakaman, Senin malam.
“Kami mengutuk bom bunuh diri. Semoga [serangan teror] akan menjadi yang terakhir di negara ini. "




Tidak ada komentar:
Posting Komentar