![]() |
| 'Kami mendengarkan mayoritas': Agensi mengklaim sebagian besar warga Jakarta menyetujui jembatan pejalan kaki tanpa atap |
RADIO ONLINE - Pemerintah Jakarta mengklaim bahwa Agen Poker keputusannya untuk menghapus atap jembatan penyeberangan di Jl. Sudirman yang menghubungkan Wisma Bumiputera dan Menara Astra telah menerima dukungan luas dari penduduk di ibu kota.
Kepala Badan Jalan Bina Marga, Jakarta, Hari Nugroho bahkan mengatakan bahwa sekitar 80 persen penduduk menyetujui tindakan tersebut.
“Lihatlah respons netizen. Kebanyakan dari mereka, hingga 80 persen, setuju bahwa [jembatan] harus tetap [ditayangkan], ”kata Hari seperti dikutip oleh kantor berita Antara.
Dia mengatakan warga setuju karena estetika jembatan tanpa atap dan itu terasa lebih luas dan menawarkan pemandangan baru, sementara 20 persen sisanya yang tidak setuju menimbulkan kekhawatiran panas dan hujan.
“Ada pro dan kontra, tetapi kami mendengarkan mayoritas; 80 persen [dari masyarakat] menyukai jembatan tanpa atap, ”kata Hari, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang survei dan metodologinya.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa sebelum jembatan penyeberangan menjadi tanpa atap, tidak banyak orang yang menggunakannya dibandingkan dengan sekarang, dengan orang-orang menggunakan jembatan untuk menyeberang jalan dan mengambil foto narsis.
“Jembatan penyeberangan itu kosong. Begitu kami melepas atap, itu menjadi lebih ramai. Kami dulu dapat menghitung [dengan jari] berapa banyak orang yang menyeberang di sana karena kebanyakan lebih suka melewati Dukuh Atas atau di depan Le Meridien Hotel, ”kata Hari.
Tha Jakarta Bina Marga Road Agency telah menetapkan anggaran sebesar Rp 39,24 miliar (US $ 2,78 juta) untuk pembangunan, pemeliharaan dan perencanaan jembatan penyeberangan, dengan alokasi masing-masing sebesar Rp 31,23 miliar, Rp 6 miliar dan Rp 2 miliar, untuk ini tahun.
Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Jakarta (Bappeda), proyek pembangunan jembatan penyeberangan telah menggunakan 3,5 persen dari total anggaran pada 6 November, sementara pemeliharaan dan perencanaan masing-masing menggunakan 20,5 persen dan 15 persen dari anggaran.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar