Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, 22 November 2019

Bukan kebijakan kami: Tous Les Jours meminta maaf setelah toko diduga menolak untuk menulis salam Xmas

Bukan kebijakan kami: Tous Les Jours meminta maaf setelah toko diduga menolak untuk menulis salam Xmas
Bukan kebijakan kami: Tous Les Jours meminta maaf setelah toko diduga menolak untuk menulis salam Xmas

Jaringan toko roti Korea Selatan Tous Les Jours membantah tuduhan bahwa mereka mendukung kefanatikan agama setelah sebuah video menunjukkan salah satu tokonya menolak untuk menulis salam Natal menjadi viral.

Dalam video tersebut, toko roti, yang diyakini berlokasi di Jakarta, memasang selebaran yang memberi tahu pelanggan bahwa kue Tous Les Jours harus sejalan dengan prinsip-prinsip syariah seperti yang ditetapkan oleh Undang-Undang Jaminan Produk Halal (HPA) dan oleh karena itu tidak boleh merayakan Natal. salam atau salam liburan dari agama lain, termasuk Hari Valentine atau Tahun Baru Cina.

Leaflet mengatakan tidak apa-apa bagi toko untuk menulis frasa yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam seperti "Aku cinta kamu" atau "kamu adalah yang terbaik".

Tidak jelas artikel mana dari UU Jaminan Produk Halal (HPA) yang dimaksud surat itu.

Para pengguna internet sangat mengecam penolakan itu, membuat akun media sosial Tous les Jours berkerumun untuk meminta penjelasan.

Pada hari Jumat, perusahaan memposting pernyataan resmi tentang komitmennya terhadap toleransi beragama.


"Kami ingin mengklarifikasi [...] bahwa aturan tentang penulisan kue seperti yang ditunjukkan dalam beberapa foto dan video yang telah menjadi viral bukan kebijakan resmi yang dikeluarkan oleh manajemen," kata pernyataan itu.

"Dalam menjalankan kegiatan kami di Indonesia, kami memperlakukan toleransi terhadap etnis, agama, ras, budaya, dan keragaman politik sebagai prioritas. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berterima kasih atas dukungan yang telah Anda berikan kepada kami," kata perusahaan itu.

Perdebatan tentang apakah umat Islam dapat mengatakan "Selamat Natal" kepada orang Kristen berulang setiap tahun saat Natal mendekat di Indonesia. Beberapa Muslim Indonesia percaya bahwa berharap orang Kristen merayakan Natal adalah pelanggaran syariah. Yang lain tidak.

Pada 2017, sebuah toko roti bernama Chocolicious mengeluarkan pernyataan resmi yang mengatakan akan menolak untuk menulis salam Natal pada kue-nya, memicu perdebatan online.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman